Blog Post

blog post

Pemerintah Disarankan Cari Solusi Waduk Marangkayu

TENGGARONG – Perluasan Waduk Marangkayu kembali terhambat. Selain proses ganti rugi lahan yang alot, rencana perluasan itu ternyata masuk zona merah pipanisasi migas PT Vico Indonesia.


Dekan Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Muhammad Fadli menyebut waduk itu masih memerlukan lahan seluas 350 hektare dari yang tersedia saat ini 300 hektare.


Menurut Fadli, sesuai permintaan Pemerintah Pusat, waduk itu baru akan difungsikan jika perluasan sudah dilakukan.
Fadli menyebut, pembebasan lahan untuk perluasan waduk itu memerlukan waktu yang cukup lama, apalagi bila tidak ada kecocokan soal harga.
“Masih ada proses tawar menawar, dan belum tentu ada kesepakatan,” ujarnya.
Areal yang masuk dalam rencana perluasan itu juga ternyata memuat 12 titik zona merah pipanisasi jaringan migas milik PT Vico Indonesia.


Fadli menyarankan agar pemerintah mencari solusi agar waduk itu bisa difungsikan. “Karena kalau menunggu perluasan selesai terlalu lama. Pihak terkait harus duduk bersama memikirkan bagaimana pengelolaan Waduk Marangkayu yang sekarang ini bisa digunakan secepatnya,” imbuhnya.


Camat Marangkayu, Rekson Simanjuntak mengaku kerap ditanya oleh petani terkait kapan akan dioperasikannya waduk tersebut. Sebab, sesuai rencana awal waduk ini dibangun untuk menunjang pertanian di Marangkayu.


“Masyarakat banyak yang menanyakan nasib waduk ini, saya jelaskan waduk itu belum bisa difungsikan karena sarana dan prasarana pendukung belum lengkap dan pemerintah merencanakan akan melakukan pelebaran kawasan waduk,” ujar Rekson.


Untuk diketahui, pembangunan waduk ini menelan dana yang fantastis, mencapai Rp362,5 miliar yang dibebankan ke APBN sebesar Rp63 miliar dan Rp299,5 miliar dari APBD Kaltim.

 

http://www.korankaltim.com/perluasan-waduk-masuk-zona-merah/

  • Share This Story

Komentar (0)

Leave a comment