Blog Post

blog post

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika mengaku kesulitan menemukan bukti pelanggaran Bigo Live yang diadukan oleh masyarakat. Alasan tersebut menjelaskan mengapa pemerintah baru memblokir situs Bigo Live per 1 Desember lalu.

"Ketika ada laporan, apa yang sudah dilakukan itu sudah hilang. Ketika kita cek, sudah tidak ada semua," ujar pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kemkominfo Noor Iza di Jakarta, Kamis (15/12).

Sebagai imbasnya, pemerintah terus memantau tiap dugaan pelanggaran yang masuk. Itu sebabnya pemerintah baru bisa memblokir layanan Bigo yang dianggap memuat konten pornografi.

Meski demikian, pemblokiran terhadap layanan broadcast Bigo sejauh ini masih sekadar di level Domain Name System (DNS). Setidaknya ada sekitar sepuluh DNS yang sudah Kominfo tutup untuk tersambung ke IP Bigo. Alhasil, layanan Bigo masih bisa diakses melalui aplikasi mobile.

Menurut Noor, hal itu ditempuh sebagai suatu peringatan bagi perusahaan teknologi yang bermarkasi di Singapura tersebut. Jika pelanggaran masih terjadi, Noor mengisyaratkan aplikasi Bigo juga akan ditutup.

Namun begitu, ia tidak menutup kemungkinan jika Bigo bisa mematuhi aturan main dalam negeri, keputusan blokir bisa dicabut. Rumor pencabutan blokir ini muncul setelah David Li, CEO Bigo Live, dua hari lalu menemui Rudiantara di Gedung Kominfo.

"Dia berkunjung saja dua hari yg lalu, tapi kita belum evaluasi. Kita ngga diskusi banyak. Kalau mau buka lagi ada persyaratan yang lebih ketat," ujar Noor menepis rumor yang berkembang.

Bigo Live merupakan penyedia layanan broadcasting yang bisa diakses dari situs web maupun aplikasi mobile iOS dan Android. Layanan Bigo memungkinkan seorang penggunanya membuka kanal siaran langsung yang bisa ditonton pengguna lain.

Popularitas Bigo yang melejit salah satunya dari monetisasi interaksi antarpengguna. Penikmat siaran Bigo dapat memberikan hadiah kepada host dengan mengirim simbol berlian dan lainnya yang bisa dibeli dengan uang sungguhan. Kemudian sang pemilik siaran yang menerima hadiah tadi dapat menguangkannya kembali.

Hal ini menjadi salah satu penyebab yang mendorong munculnya konten pornografi di layanan Bigo. Pasalnya, kanal-kanal itulah yang paling ramai dikunjungi penikmat siaran Bigo. (evn)

 

Sumber: cnnindonesia.com

  • Share This Story

Komentar (0)

Leave a comment