Blog Post

blog post

TENGGARONG - Selama Berlangsungnya Event budaya internasional Erau ke V saat ini, menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Kukar. ‎Tugas pemerintah tidak sebatas menyelenggarakan even yang besar, namun memastikan Kota Raja sebagai tempat wisata Rapi, Indah, Tertib dan Aman hingga tidak menimbulkan stigma buruk di mata para wisatawan.

Upaya pendekatan persuasif kepada pedagang kaki lima agar berjualan dengan tertib dan tidak merusak fasilitas umum seperti taman. Khusus pedagang yang menggunakan kantung parkir, harus sesuai dengan waktu yang ditentukan yakni malam hari. Untuk pedagang yang menggunakan lahan parkir memang mereka mempuyai izin, namun baru boleh berjualan menjelang malam dan maksimal jam enam pagi areal parkir harus kembali steril karena akan diguinakan kembali," ujar Kasi Pengelolaan Parkir Diashub Kukar Andry Nata.

Langkah yang dilakukan Dishub lebih kepada mengajak para pedagang untuk bisa sama-sama menjaga dan mengawasi. Sejauh ini para pedagang selalu kooperatif dan ‎menuruti arahan petugas di lapangan. Bila kedepan ditemukan pedagang yang sulit diatur dan terus melakukan pelanggaran, maka teguran keras akan diberikan,"Kalo ada yang tidak bisa kita atur, kita kasi teguran pertama, kedua kalo masih bandel juga kita koordinasikan ke Satpol PP untuk penertiban,"katanya

  • Share This Story

Komentar (0)

Leave a comment