Blog Post

blog post

TENGGARONG -Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menyerukan kepada seluruh masyarakat agar betul-betul memahami 4 pilar kehidupan kebangsaan dan bernegara, 4 pilar tersebut yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhenika Tunggal Ika. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri sosialisasi 4 (Empat) pilar kehidupan berbangsa oleh Wakil KetuaMajelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H Mahyudin bersama anggota MPR lainnya di Kecamatan Loa Kulu, Kamis (23/3).

 

"Saya mengapresiasi atas sosialisasi 4 pilar kehidupan kebangsaan dan bernegara, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhenika Tunggal Ika oleh Wakil Ketua MPR RI di Kukar, khususnya kepada warga Kecamatan Loa Kulu," katanya. Menurut Edi, adanya sosialisasi ini sudah membuktikan bahwa kesadaran terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara akan tercipta dengan baik di Kukar. "Apa yang disosialisasikan oleh Wakil MPR RI bagian dari penguatan, pemahaman wawasan yang kebangsaan yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat Kukar," ujarnya.

 

Ditambahkan Edi, berharap kepada seluruh masyarakat Kukar khususnya masyarakat Loa Kulu ikut mensosialisasikan 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegera kepada tetangga dilingkungan masing-masing. "Saya menyerukan kepada seluruh masyarat , agar  4 pilar kebangsaan ini dapat diimplementasikan, karena merupakan satu kekuatan dalam membangun Kukar, " jelasnya. Sementara itu Wakil Ketua MPR RI H Mahyudin mengatakan nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945, salah satunya dengan terus mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan. 

   

"4 pilar kebangsaan tersebut merupakan landasan konstitusional.  Ketetapan MPR bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan konsensus yang harus dijunjung tinggi, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, kekayaan bangsa, serta modal dan semangat pemersatu bangsa," ujarnya.

Ia berharap generasi muda pasca reformasi perlu terus menerus diberikan pemahaman tentang 4 pilar kebangsaan, sehingga untuk menghadapi masa depan bangsa ini akan lebih tegak dan kokoh dalam berbangsa dan bernegara menuju cita-cita proklamasi. Dijelaskannya pula kebebasan berpendapat yang menandai lahirnya era reformasi, seringkali dimaknai bebas tanpa batas. Kesalahan pemahaman tersebut menyebabkan kendurnya nilai-nilai agama dan nilai-nilai keakraban sosial. Ia berharap melaluisosialisasi 4 pilar tersebut mampu menggali nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, sehingga masyarakat bisa menilai secara benar arti dari kebebasan berpendapat. "Inilah poin penting yang harus kita pahami secara utuh, menyeluruh dan berkelanjutan. Kegiatan ini nantinya diharapkan bisa menjadi dasar dalam mewujudkan visi dan misi Indonesia ke depan lebih maju dan bermartabat,” tambahnya. (medsi01)

  • Share This Story

Komentar (0)

Leave a comment